PEMERIKSAAN LABORATORIUM

laboratorium

Hematologi Lengkap

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa pada berbagai penyakit. Hematologi lengkap meliputi pemeriksaan hematologi rutin (Complete Blood Count/CBC), laju endap darah (LED), dan hitung jenis leukosit.

Hematologi Rutin

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi anemia, leukemia, reaksi inflamasi dan infeksi, penanda peripheral blood cellular, tingkat hidrasi dan dehidrasi, polisitemia, penyakit hemolitik pada bayi baru lahir; penentuan terapi kemoterapi.

Hemoglobin

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa pada berbagai penyakit.

Menurun: anemia, leukemia, destruksi sel darah merah, penyakit ginjal, pendarahan kronis, pemberian cairan intravena yang berlebihan, malnutrisi, kekurangan zat besi, folat, vit. B12, vit. B6, dll

Meningkat: dehidrasi/hemokonsentrasi, polisitemia, penyakit paru obstruksi menahun, gagal jantung kongestif, luka bakar hebat,

Hematokrit

Manfaat Pemeriksaan:

Pengukuran volume eritrosit yang dimampatkan dalam 100 ml darah, yang dinyatakan dengan % dari volume darah keseluruhan

Trombosit

Manfaat Pemeriksaan:

Bagian dari sel darah yang diproduksi dalam sumsum tulang. Tidak berupa sel utuh namun hanya berupa kepingan tanpa inti yang berfungsi dalam proses pembekuan darah (hemostasis)

 

Leukosit

Manfaat Pemeriksaan:

sel yang diproduksi dalam sumsum tulang dan berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap infeksi. Leukosit akan segera bereaksi terhadap benda asing (bakteri, virus atau jamur) yang masuk ke dalam tubuh dengan membuat mekanisme pertahanan

 

Retikulosit

Manfaat Pemeriksaan:

Menentukan tindakan penanganan terhadap anemia; mendeteksi pendarahan dan anemia hemolitik; serta mengevaluasi aktivitas dan respon eritropoetik terhadap terapi pada berbagai anemia.

Besi

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi defisiensi besi yang dapat menyebabkan anemia.

TIBC

Manfaat Pemeriksaan:

Untuk diagnosa jenis anemia terutama dengan hipokrom dan atau MCV rendah.

Ferritin

Manfaat Pemeriksaan:

Memantau perkembangan defisiensi besi pada kondisi anemia; mendiagnosis hipokromik dan anemia mikrositik; dan mendeteksi overload besi.

Vitamin B12

Deskripsi:

Pemeriksaan untuk menentukan defisiensi vitamin B12 sebagai anemia pernisiosa pada pasien hematologik (anemia, makrositosis oval, neutrofil hipersegmentasi, leukopenia/trombositopenia) atau neurologik, menentukan tingkat defisiensi. Karena masalah-masalah yang disebabkan adanya batasan rendah dari nilai normal, pemeriksaan ini seharusnya tidak digunakan sebagai tes skrining untuk defisiensi fungsi kobalamin. Diagnosis defisiensi asam folat; evaluasi hipersegmentasi nukleus granulosit; menyelidiki MCV >100 fL; diagnosis makrositik dan anemia megaloblastik; evaluasi malabsorbsi.

Manfaat Pemeriksaan:

menentukan defisiensi vitamin B12 sebagai anemia pernisiosa pada pasien anemia dan menentukan tingkat defisiensi.

 

Asam Folat

Manfaat Pemeriksaan:

Mendeteksi defisiensi folat; pemantauan terapi dengan folat; evaluasi anemia megaloblastik dan makrositik; evaluasi pasien alkoholik dan juga dengan jejunoileal bypass pada obesitas atau dengan sindroma blind-loop intestinal.

Gambaran Darah Tepi

Manfaat Pemeriksaan:

Menunjukkan adanya proses hemolitik berupa sferositosis, polikromasi maupun poikilositosis, sel eritrosit berinti, retikulositopeni pada awal anemia. Kadar hemoglobin 3g/dL-9g/dL, jumlah lekosit bervariasi disertai gambaran sel muda (metamielosit, mielosit, dan promielosit), kadang disertai trombositopeni

Waktu Perdarahan

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan untuk skrinning yang digunakan untuk mengetahui capillary function, jumlah platelet, dan kemampuan platelet menempel pada dinding pembuluh plug. Evaluasi ecchymosis, spontaneus bruising dan perdarahan, kecendrungan perdarahan. Prolonged pada beberapa pasien setelah pemberian aspirin, kerusakan platelet kualitatif (seperti penyakit Von Willbrand’s, sindroma bernard-soulier, trombostenia Glanzmann’s, dan sindroma gray platelet, dengan kelainan fibrinogen, makroglobulinemia, beberapa kasus penyakit mieloproliferatif, gagal ginjal, dan kelainan darah vessel. Waktu perdarahan merupakan prediktor yang baik perdarahan operatif pada pasien dengan riwayat negatif bleeding diathesis.

Waktu Pembekuan

Manfaat Pemeriksaan:

Evaluasi sistem pembekuan darah dan pemantauan terapi heparin.

Waktu Protrombin

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan untuk evaluasi sistem koagulasi ekstrinsik, membantu skrining defisiensi kongenital faktor II, V, VII, X; defisiensi prothrombin, disfibrinogenemia, afibrinogenemia (complete); efek heparin, kumarin atau efek warfarin, kerusakan hati; Dissemianated Intravascular Coagulastion (DIC) dan uji saring untuk defisiensi vitamin K.

APTT

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Evaluasi sistem koagulasi intrinsik; pemantauan terapi heparin; membantu skrining hemofilia A dan B klasik; defisiensi kongenital faktor II, V, VIII, IX, X, XI, dan XII; disfibrinogenemia; disseminated intravascular coagulation (DIC); liver failure; hipofibrinogenemia kongenital; defisiensi vitamin K; defisiensi fitzgearald factor kongenital; defisiensi prekallikrein (Fletcher factor) kongenital. Spesimen diperoleh kurang dari 3 jam setelah pemberian dosis heparin

Fibrinogen

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Identifikasi afibrinogenemia congenital, Disseminated Intravaskular Coagulation (DIC) dan aktivitas fibrinolitik.

D-Dimer

MANFAAT PEMERIKSAAN:

membantu melakukan diagnosis penyakit dan kondisi yang menyebabkan hiperkoagulabilitas: suatu kecenderungan darah untuk membeku melebihi ukuran normal. Salah satu kondisi yang umum ditemukan adalah pada trombosis vena dalam (DVT, deep vein thrombosis) yang berhubungan dengan pembekuan darah di dalam pembuluh darah balik (vena) di dalam tubuh terutama di kaki yang menyebabkan penyumbatan alirah darah di kaki sehingga menimbulkan nyeri dan kerusakan jaringan

Agregasi trombosit

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Tes yang digunakan untuk mengetahui kelainan fungsi trombosit

Golongan darah A, B, O, dan Rh

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menentukan golongan darah pada: 1) individu yang akan melakukan transfusi darah, 2) wanita hamil dan bayi baru lahir. Mendeteksi prognosis penyakit hemolitik pada bayi baru lahir, pemeriksaan awal kehamilan, dan sebagai upaya perlindungan pada individu yang melakukan operasi obstetrik atau pada kasus perdarahan yang lain.

SGOT
MANFAAT PEMERIKSAAN:

Konsentrasi serum SGOT yang meningkat dapat digunakan untuk mendeteksi keabnormalan fungsi hati seperti pada kondisi hepatitis dan sirosis, serta alkoholik kronis; sementara konsentrasi serum GOT akan menurun pada kondisi uremia dan defisiensi vitamin B6. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

SGPT
MANFAAT PEMERIKSAAN:

Konsentrasi serum SGPT meningkat pada kondisi hepatitis B dan C kronik, steatosis dan NASH, hepatik fibrosis, sirosis, autoimun hepatitis, hemochromatosis, Wilson disease, defisiensi alpha-trypsin 1, serta penyalahgunaan alkohol dan obat. Pemeriksaan serum GPT dan GOT digunakan untuk skrining hepatitis A, B, dan C yang harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan serologis hepatitis A,B, dan C.

Bilirubin

MANFAAT PEMERIKSAAN:
PIGMEN BERWARNA KUNING YANG DITEMUKAN DI EMPEDU. BERDASARKAN SIFAT REAKSI KIMIANYA, DALAM LABORATORIUM CONJUGATED BILIRUBIN DISEBUT DIREK BILIRUBIN, SEDANGKAN UNCONJUGATED BILIRUBIN DISEBUT INDIREK BILIRUBIN. GABUNGAN DARI KEDUANYA ADALAH BILIRUBIN TOTAL.

Albumin

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Bagian dari protein plasma dalam tubuh yang diproduksi di dalam hati.

Gamma GT

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendiagnosis obstructive jaundice, intrahepatic cholestatis, dan radang pankrea; dan memantau cholestasis pada wanita hamil. Dikombinasikan dengan pemeriksaan: 1) CEA dan ALP sebagai penanda metastase hepatik dari payudara dan kolon; 2) GPT dan GOT untuk mendiagnosis penyakit hati yang lain dan membedakan alkoholik sembuh-berhenti minum dan sembuh-masih melanjutkan kebiasaan minum; dan 3) MCV eritrosit untuk skrining alkoholik.

Glukosa Sewaktu

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendiagnosis DM, memantau terapi dan mendukung dalam kontrol DM. Pemeriksaan glukosa sewaktu juga bermanfaat dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik seperti asidosis, ketosis, dehidrasi dan koma.

Glukosa Puasa

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan glukosa puasa dapat digunakan untuk skrining, diagnosis DM. Penentuan konsentrasi glukosa puasa juga dapat digunakan dalam diagnosis dan penanganan beberapa gangguan metabolik tertentu seperti asidosis, ketosis, dehidrasi, dan koma.

Glukosa 2 Jam PP

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan ini ditujukan untuk diagnosis DM. Pengambilan spesimen dilakukan 2 jam setelah pembebanan glukosa setara dengan 75 gram glukosa. Berdasarkan konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM 2006, berikut kriteria pengendalian DM berdasarkan level glukosa darah 2 jam :

  • Baik : 80-144 mg/dL
  • Sedang : 145-179 mg/dL
  • Buruk : ≥180 mg/dL

HbA1C

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menilai kualitas pengendalian kadar glukosa darah dalam waktu 2-4 bulan, menilai efektivitas terapi, direkomendasikan (American Diabetes Association) untuk diagnosis DM tipe-2 dan menilai resiko tinggi diabetes (prediabetes), serta digunakan untuk menghitung rata-rata kadar glukosa darah (eAG).

Natrium

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menilai keseimbangan elektrolit tubuh dan asam basa, dehidrasi, sindrom nefrotik, gagal jantung kongestif, dan keadaan klinis lainnya.

Kalium

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menilai keseimbangan elekrolit tubuh dan beberapa kondisi seperti hipertensi, penyakit ginjal, aritmia jantung, kelemahan muskular & iritabilitasm, penyakit saluran cerna, penyakit mental, dan leukimia; mendiagnosis dan memantau kelebihan mineral kortikoid.

Chlorida

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Membedakan diagnosis asidemia dan alkalemia, dan mendeteksi beberapa kondisi seperti defisiensi mineral kortikoid, asidosis, diare, renal tubular asidodis, penyakit Addison, alkalosis metabolik, diabetik ketoasidosis, dan gangguan kesehatan lain.

Kreatinin

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan ini untuk mengukur konsentrasi kreatinin dalam darah

Ureum

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan ini untuk mengukur konsentrasi ureum dalam darah

Kreatinin Klirens

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan kreatinin clearance merupakan salah satu cara untuk mengetahui LFG untuk mengevaluasi kemampuan penyaringan ginjal.

Microalbumin Kuantitatif

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Memperkirakan proteinuria; deteksi dini diabetes nefropati dan penyakit mikrovaskular, serta mortalitas dini pada penderita DM tipe 1 maupun 2; dan pada penderita hipertensi untuk memperkirakan kerusakan ginjal.

Cholesterol Total

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, dan menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner.

Cholesterol HDL

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Memprediksi terjadinya aterosklerosis dan risiko penyakit jantung koroner.

Cholesterol LDL

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi gangguan metabolisme lemak, menentukan faktor risiko penyakit jantung koroner, dan memantau terapi penurun lipid.

Trigliserida

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menentukan faktor risiko independent untuk penyakit jantung koroner (PJK), dan mendeteksi sindrom metabolik.

Apo A1

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menentukan faktor risiko negatif penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke; dan mengevaluasi kondisi pasien dengan konsentrasi kolesterol HDL yang rendah.

Apo B

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menentukan risiko kejadian PJK; menilai keberhasilan terapi obat penurun lemak (untuk golongan obat statin); dan mendiagnosis abetalipoproteinemia, hipobetalipoproteinemia dan hiperbetalipoproteinemia.

Lp

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Tidak direkomendasikan sebagai uji skrining umum, melainkan diperuntukkan bagi pasien dengan riwayat penyakit jantung koroner (PJK), stroke, atau peningkatan konsentrasi lipid.

Widal

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan Widal merupakan penentuan kadar aglutinasi antibodi terhadap antigen O dan H dalam darah (antibodi O muncul pada hari ke 6-8, dan antibodi H muncul pada hari ke 10-12).  Mendeteksi penyakit tifus atau demam tifoid.

Anti-Dengue IgG & IgM

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi awal adanya infeksi virus dengue yang dapat menyebabkan demam berdarah dengue dan dengue shock syndrome. Anti-Dengue IgG & IgM baru dapat dideteksi setelah hari ke-3 demam.

NS 1

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi awal adanya infeksi virus dengue yang dapat menyebabkan demam dengue.

CRP Kualitatif

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi Pelvic Inflammatory Disease (PID), apendidtis akut, dan sepsis (pada pasien kritis); menentukan faktor risiko penyakit vaskular, terutama penyakit jantung koroner (PJK); dan memantau kondisi post-operasi.

hs-C Reactive Protein

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Memprediksi faktor risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner; memantau kondisi post-operasi, PID (Pelvic Inflammantory Disease), sepsis pada pasien kritis; dan mendiagnosis apendistis akut

ASTO

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Untuk mendeteksi penyakit jaringan sendi, seperti demam rematik akut.

ANA

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Uji skrining rematik autoimun dan mendeteksi kondisi Systemic Lupus Erythematosus atau SLE (sensitifitas baik), serta dianjurkan pada penyakit rematik sistemik lainnya berdasarkan riwayat klinis.

TPHA

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan konfirmasi untuk penyakit sipilis dan mendeteksi respon serologis spesifik untuk Treponema pallidum pada tahap lanjut/akhir sipilis.

VDRL
MANFAAT PEMERIKSAAN:

pemeriksaan yang tidak spesifik tetapi cukup sensitif untuk penyakit syphilis.

Anti-H. pylori IgG

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendiagnosis dan memantau terapi infeksi H.pylori atau gastritis kronik, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Anti-HIV

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Memastikan apakah individu terinfeksi HIV atau tidak dengan cara mendeteksi antibodi terhadap HIV; dan sebagai uji skrining darah atau organ.

Malaria

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Untuk mendiagnosa malaria, gangguan parasitik pada darah, menilai penyakit demam yang belum diketahui penyebabnya.

Mikrofilaria

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Untuk mendukung diagnosa filariasis, mikrofilaria.

T3

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menunjang diagnosis hipertiroid dan diagnosis T3 tirotoksis karena pada keadaan tersebut kadar T3 meningkat sedangkan T4 tidak.

T4

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan untuk skrining fungsi tiroid. Kadar menurun pada hipotiroid, TBG menurun, dan pada tingkat ketiga tiroiditis subakut; peningkatan pada hipertiroid, dengan tiroiditis pada tahap awal, dengan tirotoksikosis pada Graves disease, dengan peningkatan with TBG (kehamilan, peningkatan TBG, kehamilan, acute intermittent porphyria, sirosis biliari primer), thyrotoxicosis factitia, dan occasionally in eutiroid patients with familial dysalbuminemic hyperthyroxinemia. Dihunakan untuk mendiagnosa tirotoksikosis.

TSHs

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan TSH digunakan sebagai skrining tes untuk kelainan tiroid. Hasil dalam rentang normal menunjukkan eutiroid.

LH

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Memprediksi terjadinya ovulasi; evaluasi infertilitas; dan mendiagnosis gangguan gonad dan pituitari.

FSH

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Konsentrasi FSH yang abnormal menunjukkan adanya disfungsi hipotalamus-pituitari. Pada orang dewasa, defisiensi FSH yang disertai dengan penurunan konsentrasi LH dan hormon steroid dapat menunjukkan adanya panhipopituarisme.

Prolaktin

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi adanya disfungsi pituitari; evaluasi kondisi ammenorhea dan galaktore; mendeteksi keadaan kurangnya libido dan impotensi; dan memantau pasien yang memperoleh pengobatan akibat tumor pituitari (pembedahan atau sinar).

Testosteron

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mengevaluasi hirsutisme pada wanita, fungsi gonadotropin, dan adrenal; sebagai indikator terhadap fungsi sekresi LH dan sel Leydig; mendeteksi penyebab pubertas dini pada pria; dan mendiagnosis hipogonadisme, hipopituarisme, sindrom Klinifelter, dan impoten.

Progesteron

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Memastikan ovulasi dan memperkirakan kerusakan fase luteal, serta mengontrol keefektifan prosedur induksi ovulasi; memantau terapi pengganti; dan mengevaluasi risiko abortus spontan pada kehamilan dini.

Estradiol

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mengevaluasi variasi disfungsi menstrual seperti halnya pubertas dini atau pubertas terlambat, ammenorhea primer dan sekunder, serta menopause; pada kondisi infertilitas untuk memantau induksi ovulasi setelah pengobatan; dan pada in vitro fertilitation (IVF), dilakukan setiap hari untuk menentukan waktu yang optimal dalam pemberian GnRH dan pengumpulan oosit.

CK – CK-MB

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Kedua pemeriksaan tersebut bermanfaat dalam membantu menetapkan diagnosis AMI (Acute Myocardial Infarct), terutama pada kasus terjadinya reinfark.

Troponin I

MANFAAT PEMERIKSAAN:

merupakan uji primer dalam diagnosis AMI karena memiliki spesifisitas dan sensitivitas yang tinggi

HBsAg

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi dan mendiagnosis infeksi HBV; uji skrining donor darah dan pra vaksinasi; dan memantau viral clearance.

Anti-HAV

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Penunjang diagnosa infeksi hepatitis A akut, dan membedakan penyebab jaundice.

Anti-HAV IgM

Manfaat Pemeriksaan:

Penunjang diagnosa infeksi hepatitis A akut, dan membedakan penyebab jaundice

Anti-HBc

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini memeriksa total Anti HBc IgG dan IgM, bermanfaat untuk :

  • Mengetahui imunitas terhadap hepatitis B
  • Menentukan perlu tidaknya vaksinasi hepatitis B, jika Anti HBc positif maka tidak perlu vaksin

Anti-HBc IgM

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi akut pada core window periode dan saat HBsAg hilang lebih awal. Anti HBc IgM positif menunjukkan adanya infeksi akut. Anti HBc IgM muncul 2 minggu setelah HBsAg terdeteksi dan bertahan hingga 6 bulan

Anti-HBe

Manfaat Pemeriksaan:

Menunjukkan integrasi HBV DNA ke DNA host dan hilangnya kemampuan membentuk virus yang bereplikasi.

Anti-HCV

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Untuk mengetahui antibodi terhadap hepatitis A sebagai penunjang diagnosa hepatitis A akut, dan membedakan penyebab jaundice karena hepatitis A atau karena penyebab yang lain.

Anti-Toxoplasma IgG

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk :

  • Mengetahui status kekebalan terhadap parasit toxoplasma karena anti toxoplasma IgG menetap seumur hidup dengan titer rendah
  • Mengetahui adanya infeksi akut apabila ditemukan peningkatan IgG hingga titer 2X dalam waktu 2 minggu

Anti-Toxoplasma IgM

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk :

  • Mengetahui adanya infeksi akut karena ia muncul 5 hari setelah infeksi dan meningkat cepat dalam 1 – 2 minggu lalu menghilang dalam beberapa bulan. Namun anti toxoplasma IgM yang menetap (lebih dari 6 bulan) tidak dapat digunakan untuk membedakan infeksi baru dan lama.
  • Mengetahui infeksi kongenital pada bayi baru lahir, IgM pada janin mulai dibentuk pada akhir trimester 1. IgM ibu tidak dapat menembus plasenta karena ukurannya besar, sehingga IgM yang ditemukan pada bayi baru lahir menunjukkan adanya infeksi kongenital.

Anti-Rubella IgG

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Sebagai uji saring, memperkirakan status imun, kontrol respon setelah vaksinasi, diagnosis infeksi aktif : peningkatan kadar IgG yang signifikan (2 pemeriksaan dengan interval waktu 3 bulan)

Anti-Rubella IgM

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk skrining infeksi akut/baru, karena anti Rubella IgM muncul 2 – 3 hari setelah ruam muncul lalu meningkat pada minggu 1 hingga 4. Namun anti Rubella IgM yang persisten (menetap hingga lebih dari 6 bulan) tidak dapat digunakan untuk menentukan adanya infeksi akut.

Anti-CMV IgG

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Uji saring infeksi CMV, mendeteksi adanya infeksi CMV masa lampau (IgG stabil), mendiagnosis infeksi aktif atau reinfeksi (IgG meningkat), dan mengidentifikaso carrier CMV sebelum menjadi donor darah maupun organ

Anti-CMV IgM

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendiagnosis infeksi CMV primer atau reinfeksi (pada wanita hamil dan janinnya), dan sebagai uji saring pada pasien transplantasi.

Anti-HSV1 IgG

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi lampau, namun peningkatan anti HSV1 IgG yang signifikan dalam interval waktu tertentu mengindikasikan adanya infeksi aktif atau infeksi baru. IgG negatif menunjukkan bahwa seseorang belum pernah terpapar HSV atau tubuhnya belum mampu memproduksi antibodi HSV.

Anti-HSV1 IgM

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan anti-HSV1 IgM bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi baru yang disebabkan oleh virus Herpes Tipe 1 (menyerang tubuh dari pinggang ke atas berupa lesi umumnya di daerah sekitar mulut).

Anti-HSV2 IgG

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi lampau, namun peningkatan anti HSV2 IgG yang signifikan dalam interval waktu tertentu mengindikasikan infeksi akut atau infeksi baru. Pada keadaan reinfeksi titernya akan meningkat, oleh sebab itu wanita hamil dengan IgG positif maka pada trimester 3 kehamilannya diperiksa anti HSV2 IgG lagi, untuk memastikan ada tidaknya reinfeksi, jika terdapat reinfeksi maka proses persalinan dianjurkan melalui bedah caesar. IgG negatif menunjukkan bahwa seseorang belum pernah terpapar HSV atau belum mampu memproduksi antibodi HSV.

Anti-HSV2 IgM

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Pemeriksaan anti HSV2 IgM bermanfaat untuk mengetahui adanya infeksi baru yang disebabkan oleh virus Herpes tipe 2 (menyerang tubuh dari pinggang ke bawah berupa lesi umumnya di daerah genital). Pemeriksaan ini tidak dianjurkan pada pasien yang tidak bergejala, karena dapat memberikan hasil positif palsu.

BTA

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Bermanfaat dalam membantu diagnosis dengan cara menentukan keberadaan kuman Basit Tahan Asam (BTA) pada psien yang diduga menderita tuberkulosis.

Transferrin

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi anemia defisiensi besi, inflamasi kronik, atransferrinemia herediter, beberapa penyakit hati dan ginjal; menentukan status nutrisi; dan sebagai penanda CSF pada pasien dengan nasal discharge

GO

Manfaat Pemeriksaan:

  • Skrining atau diagnosis infeksi denganNeisseria gonorrhoeae, yang menyebabkan penyakit menular gonorrhea
  • Membantu mengisolasi dan mengidentifikasi bakteri Neisseria gonorrhoeae secara mikroskopik

Jamur mikroskopis

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menentukan ada tidaknya dugaan terhadap infeksi dengan jamur genus Candida / Tricomonas

Kultur Urine

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menentukan ada tidaknya dugaan infeksi saluran kemih dan mengidentifikasikan jenis bakteriaerobyang ditemukan

Kultur Darah

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Menentukan ada tidaknya dugaan infeksi pada darah dan mengidentifikasi jenis bakteri aerob yang tumbuh

Kultur Feces

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Membiakkan dan mengidentifikasi jenis bakteri (Escherichia coli, Salmonella dan Shigella) yang terdapat dalam sampel feces

Kultur BTA

Manfaat Pemeriksaan:

Tuberculosis merupakan penyakit pulmonari yang diakibatkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menular dari satu individu ke individu lain melalui droplet yang tersebar di udara. Pemeriksaan kultur digunakan untuk mendiagnosis tuberculosis pulmonari atau adanya spesies Mycobacterium lain.

IgE Total

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi penyakit alergi dan infeksi parasit.

IgE Spesifik

MANFAAT PEMERIKSAAN:

pemeriksaan darah yang dilakukan untuk skrining alergi terhadap substansi spesifik pada pasien yang mengalami gejala mirip alergi baik akut maupun kronik

Analisa Sperma

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Studi infertilitas dan post-vasektomi, serta mendiagnosis azoopermia dan oligospermia.

Pap Smear

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Skrining kanker serviks (leher rahim).

Anti-Chlamydia Trachomatis IgG

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Anti Chlamydia trachomatis IgG digunakan untuk menilai status serologis terhadap infeksi Chlamydia trachomatis. Digunakan juga untuk mengevaluasi adanya peningkatan yang signifikan dan spesifik IgG sebagai indikasi adanya infeksi Chlamydia trachomatis yang baru terjadi : level anti Chlamydia trachomatis IgG yang tinggi merupakan nilai diagnostik pada infeksi sistemik atau kronik seperti salpingitis, infertilitas mekanik, perihepatitis, epididimitis, Reiter’s syndrome dan pneumonitis.

Anti-Chlamydia Trachomatis IgM

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Chlamydia trachomatis IgM digunakan untuk menentukan antibodi IgM spesifik terhadap Chlamydia pada serum tunggal manusia.

CA 125

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk :

  • Memantau respon pengobatan dan kekambuhan kanker ovarium
  • Seleksi terapi karsinoma endometrium dengan Ca 125 <20 mendapat terapi konservatif daripada yang konsentrasinya tinggi

CA 15-3

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Skrining, diagnosis dan penentuan stadium kanker payudara

CA 19-9

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Penanda tumor pankreas (tidak direkomendasikan untuk uji skrining dan diagnosa), dan pemantauan terhadap pengobatan pada pasien kanker kolorektal.

CA 72-4

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Merupakan Tumor associated Glycoprotein, molekul onkofetal yangterdapat pada sel karsinoma: Membantu diagnosis karsinoma saluran cerna, Membantu diagnosis kista ovarium bersama dengan CEA, Memantau pasca operasi dan kekambuhan

AFP

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendeteksi dan memantau kondisi karsinoma hepatoseluler; bersama dengan hCG untuk memantau nonseminomatous germ cell khususnya pada tumor testis, yakni Yolk sac tumor (AFP tinggi, hCG normal), Chorio karsinoma (AFP normal, hCG tinggi), dan Embrional karsinoma (AFP dan hCG tinggi).

CEA

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Penanda untuk berbagai jenis kanker dikombinasikan dengan penanda tumor yang lain.

Free PSA

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Rasio free PSA dengan total PSA bermanfaat untuk skrining pada pria dengan hasil biopsi prostat yang equivocal (meragukan). Presentasi free PSA yang rendah berisiko tinggi mengalami karsinoma.

Urine Rutin

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Mendiagnosis dan memantau kelainan ginjal/ saluran kemih termasuk infeksi saluran kemih (ISK); dan mendeteksi penyakit metabolik atau sistemik.

Faeces Rutin

MANFAAT PEMERIKSAAN:

Untuk uji saring organisme bakteri patogenik pada feses, diagnosa demam tifoid, demam enterik, disentri basil dan infeksi salmonella

Narkoba

MANFAAT PEMERIKSAAN:
UNTUK MENGETAHUI KADAR NARKOBA DALAM DARAH

Amphetamine: Speed, bennies, uppers, black beauties

Methamphetamine: Ecstasy, Crank, crystal, meth, ice, speed

Cocaine: Crack, coke, candy, blow, C, flake, rock

Opiate: Heroin, Morphine, Opium

Cannabinoid: Marijuana, ganja

Barbiturate: Ace, yellow jackets, reds, phennies

Tes Kehamilan

MANFAAT PEMERIKSAAN:

tes untuk mendeteksi ada tidaknya hormon human chorionic gonadotropin (hCG), yaitu hormon yang dihasilkan oleh plasenta ketika seorang wanita sedang hamil

Anti-Rubella IgG

Manfaat Pemeriksaan:

Sebagai uji saring, memperkirakan status imun, kontrol respon setelah vaksinasi, diagnosis infeksi aktif : peningkatan kadar IgG yang signifikan (2 pemeriksaan dengan interval waktu 3 bulan).

Anti-Rubella IgM

Manfaat Pemeriksaan:

Pemeriksaan ini bermanfaat untuk skrining infeksi akut/baru, karena anti Rubella IgM muncul 2 – 3 hari setelah ruam muncul lalu meningkat pada minggu 1 hingga 4. Namun anti Rubella IgM yang persisten (menetap hingga lebih dari 6 bulan) tidak dapat digunakan untuk menentukan adanya infeksi akut.

Anti-Salmonella typhi IgM (TUBEX)

Manfaat Pemeriksaan:

Solusi pemeriksaan yang sensitif, spesifik, dan praktis untuk mendeteksi penyebab demam akibat infeksi bakteri Salmonella typhi serta menentukan tingkat fase akut infeksi.