Artikel Kesehatan




Tuberkulosis (TB/TBC): Penyebab, Gejala, dan Pencegahan

Dipublikasikan pada: 01 Aug 2025

Preview Artikel

Apa itu Tuberkulosis?

Tuberkulosis (TB atau TBC) adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini paling sering menyerang paru-paru, tetapi juga dapat mengenai organ lain seperti tulang belakang, kulit, otak, kelenjar getah bening, ginjal, bahkan jantung.

Bagaimana TB Menular?

TB menular melalui udara. Ketika penderita TB aktif batuk, bersin, atau bahkan berbicara, bakteri yang keluar bersama percikan dahak dapat melayang di udara dan terhirup oleh orang lain. Tidak semua orang yang terpapar akan langsung sakit, karena sistem imun tubuh berperan penting dalam melawan infeksi. Namun, jika daya tahan tubuh menurun, TB laten bisa berkembang menjadi TB aktif.

Gejala TB

Gejala TB paru yang umum antara lain:

- Batuk lama lebih dari 2–3 minggu
- Demam ringan yang tidak kunjung sembuh
- Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
- Keringat berlebih pada malam hari
- Nafsu makan menurun dan tubuh terasa lemas

Jika TB menyerang organ selain paru, gejalanya dapat berbeda, misalnya nyeri tulang, pembengkakan kelenjar, atau gangguan pada organ yang terinfeksi.
Faktor Risiko

Seseorang lebih berisiko terkena TB apabila memiliki kondisi berikut:

- Sistem imun lemah (misalnya penderita HIV/AIDS)
- Penyakit penyerta seperti diabetes
- Gizi buruk atau kekurangan nutrisi
- Merokok
- Tinggal di lingkungan padat dengan ventilasi buruk
- Riwayat kontak erat dengan penderita TB aktif

Diagnosis dan Pengobatan
Diagnosis TB dilakukan melalui pemeriksaan dahak, rontgen dada, atau tes molekuler cepat. Untuk TB di luar paru, bisa dilakukan pemeriksaan jaringan sesuai organ yang terinfeksi.

Pengobatan TB menggunakan kombinasi beberapa jenis obat yang harus dikonsumsi secara rutin dalam dua tahap, yaitu fase intensif dan fase lanjutan. Lamanya pengobatan umumnya minimal enam bulan. Pasien wajib mengonsumsi obat sesuai jadwal hingga tuntas untuk mencegah resistansi obat.

Pencegahan TB

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

- Vaksinasi BCG pada bayi untuk memberikan perlindungan dari TB berat.
- Menjaga kebersihan lingkungan dan ventilasi rumah, agar udara tetap segar dan sinar matahari bisa masuk.
- Mendukung pasien TB untuk minum obat teratur hingga sembuh, sehingga penularan dapat dihentikan.
- Pemeriksaan dini dan skrining kontak erat bagi keluarga atau orang yang tinggal serumah dengan pasien TB.
- Mengurangi stigma terhadap penderita TB agar mereka tidak takut memeriksakan diri dan berobat.

Artikel Lain

Poliklinik Kami

Kami memiliki 4 Poliklinik utama yaitu Poli Umum, Poli KIA, Poli Gigi, dan Poli Kecantikan (OrchidBelle).